Kamis, 12 April 2012

BAB III SPIRITUALITAS EVANGELISASI


SASARAN
·         Penjelasan tentang kehidupan rohani dasar dalam perutusan evangelisasi
·         Menciptakan kesadaran bagi para penginjil untuk meningkatkan spiritualitasnya dalam tugas-tugas evangelisasi.

PENGANTAR
            Allah menciptakan manusia untuk mengasihinya. Manusia mula-mula ditempatkan di taman Eden dengan hidup bahagia dan  tanpa kekurangan suatu apapun. Tetapi manusia malah jatuh ke dalam dosa sehingga diusir dari taman Eden. Ini digambarkan dalam Alkitab dengan tergodanya Hawa dan Adam, mengiyakan bujukan iblis dengan memakan buah pohon yang dilarang Tuhan. Setelah keluar dari taman Eden manusia itu harus berjuang dan bersusah payah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
            Tetapi Allah tidak berdiam diri. Program pembahagiaan manusia terus berlanjut. Allah mengutus PuteraNya yang tunggal untuk membawa manusia kembali ke kebahagiaan taman Eden. Apakah berhasil? Manusia ternyata menyalipkanNya. Allah seolah gagal lagi. Apakah  Allah berhenti? Ternyata tidak, Allah mengutus Roh Kudus untuk menyertai manusia sampai akhir zaman, yang akan selalu membisikkan doronganNya supaya manusia dapat kembali ke kebahagiaan taman Eden.
Jadi, sebenarnya karya keselamatan Allah untuk membahagiakan manusia berlangsung sejak awal penciptaan sampai akhir zaman. Supaya karya penyelamatan Allah disampaikan ke segenap penjuru bumi, Yesus mengutus murid-muridNya: “Pergilah ke seluruh dunia, jadikanlah segala bangsa muridKu, dan ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu sampai akhir zaman…”.


PENGERTIAN
            Supaya karya perutusan murid-murid berdaya guna menghasilkan buah-buah, ada sikap-sikap tertentu yang dituntut dalam menjalankan tugas perutusan ini. Inilah yang disebut dengan spiritualitas evangelisasi. Spiritualitas berasal dari kata spiritus yang berarti roh, jiwa. Spiritualitas evangelisasi dapat diartikan sebagai sikap rohani dasar yang harus ada dalam melaksanakan tugas evangelisasi. Spiritualitas evangelisasi dapat juga diartikan sebagai :
         Gaya hidup rohani yang khas dalam evangelisasi
         Gaya hidup rohani yang khas bagi evangelis (Pewarta Injil)
           
Terdapat 7 (tujuh) unsur pokok dalam spiritulaitas evangelisasi, yaitu :
1.      Spiritualitas Rencana Allah “Penetapan Ilahi”
Penetapan Ilahi dalam hidup seorang evangelis:
·         Allah menciptakan setiap orang dengan maksud tertentu yang penuh rahasia, yaitu untuk melayaniNya dan hidup bersamaNya.
·         Ditetapkan untuk mati dan dihakimi
·         Penetapan sebagai evangelis
Contoh penetapan Ilahi dalam Kitab Suci :
  1. Zakeus  (Luk 19: 1 – 10)
  2. Wanita Samaria (Yoh 4: 4 – 42)
  3. Dll
Penetapan Ilahi dalam Kitab Suci mempunyai ciri-ciri tertentu, antara lain :
  1. Direncanakan sejak awal
  2. Jalan menuju Tuhan
  3. Penemuan, Penerangan
Spiritualitas evangelisasi seorang evangelis ditandai oleh :
         Keyakinan bahwa ada rencana Tuhan untuk setiap orang dan syukuri dalam doa keterpilihan anda.
         Kepekaan mengenai rencana Allah dalam dirinya dan dalam diri orang yang dijumpai
         Keberanian untuk menyatakannya dan keberanian untuk membina orang lain
2.      Spiritualitas Keselamatan
Keselamatan berarti keutuhan, yakni disembuhkan baik tubuh, pikiran, jiwa dan roh. Keselamatan berarti pembebasan dari segala hal yang menekan seperti dosa, kematian, kesepian, kecemasan, ketakutan, rasa bersalah, dll.
Ada suatu penghayatan bahwa diri sendiri telah diselamatkan Tuhan. Tidak hanya secara teoritis atau sekedar ucapan belaka yang tidak diresapi dalam hati. Ini seringkali secara nyata dialami oleh seorang yang lepas dari bahaya, lepas dari ancaman, lepas dari suatu himpitan. Tetapi bisa juga secara biasa-biasa saja, menghayati diri yang selamat dan bahagia, dapat berdiri tegar dalam gonjang-ganjing permasalahan dunia.
Jawaban manusia paling tepat untuk panggilan yang ada pada dirinya adalah: menerima, percaya dan berserah pada Yesus yang sudah dan selalu ingin menyelamatkan dan memakai setiap orang sebagai alat keselamatanNya.
Spiritualitas Keselamatan berarti:
·                    a.Terpanggil untuk berbagi keselamatan
·                    b. Merasa bahagia menjadi alat keselamatan Kristus

3.      Spiritualitas Kerajaan Allah
Yesus datang ke dunia untuk mewartakan Kerajaan BapaNya. Yang diwartakan bukanlah kerajaan manusia, melainkan kerajaan Allah yang memberi kabar gembira kepada semua orang. Yesus mewartakan kerajaan Allah kepada manusia dengan perkataan dan perbuatan.
Apakah kerajaan Allah itu? Kerajaan Allah bukanlah negara yang didominasi penduduk agama Kristen, yang dari penguasa tertinggi sampai ke rakyat jelatanya memeluk agama Kristen. Kerajaan Allah adalah suasana di mana ada saling mencintai dan bertujuan untuk menyelamatkan serta  membebaskan umat manusia dari belenggu dosa.
Tetapi kenyataan menunjukkan adanya kontradiksi : ada kejahatan, penindasan, kekerasan, ancaman, ketidakadilan, peperangan, penderitaan, dst. Mengapa??? Karena banyak orang jaman sekarang sibuk memikirkan kerajaannya sendiri, bukan kerajaan Allah.
Semua orang diundang masuk kerajaan Allah dan kepada anak-anakNya diberi kuasa atas:
·      Roh jahat
·      Penyakit
·      Dosa
·      Alam
·      Kemuliaan
Syarat untuk masuk ke dalam kerajaan Allah antara lain: perubahan hidup batin yang radikal dari cara hidup lama yang menurut daging ke hidup baru yang menurut roh.
Spiritualitas kerajaan Allah berarti : Keyakinan akan kerajaan Allah atau Berkeinginan yang amat dalam didorong oleh Roh Kudus menghadirkan kerajaan Allah di dunia saat ini.


4.      Spiritualitas Perutusan
Penghayatan telah diselamatkan oleh Tuhan, tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Serentak dengan penghayatan telah diselamatkan ini. Pewarta kerajaan Allah harus:  
a.  ada keprihatinan untuk ikut menyelamatkan orang lain.
b. Ada kesiapsediaan untuk diutus menyampaikan kegembiraan yang telah diperoleh kepada orang lain.
c. Merasakan dorongan untuk diutus mewartakan kabar gembira.
   d. Memiliki keyakinan bahwa setiap orang dipanggil untuk suatu rencana dan tugas khusus (misi).
      e. Memiliki sikap seorang penginjil dalam menanggapi panggilan Tuhan dalam perutusan, yaitu :
1             .      Menjawab panggilan Tuhan,
2             .      Penyerahan diri,
3             .      Berjuang,
4             .      iman dan perutusan,
5             .      Kesadaran yang mendalam bahwa Tuhan yang memilih dan mengutus.

Jadi, Spiritualitas Evangelisasi Perutusan berarti keyakinan akan perutusan dalam kuasa Roh Kudus.

5.      Spiritualitas Kesaksian
Banyak orang mengira bahwa mewartakan kerajaan Allah hanya mungkin dengan berkhotbah dan mengajar agama hanyalah salah satu cara penyampaian kabar gembira. Cara lain yang jauh lebih luas dan bisa dilaksanakan oleh setiap orang beriman, yaitu dengan cara menyaksikan imannya di dalam kehidupan nyata. Menyaksikan iman dapat dilakukan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, seperti: menyebut nama Yesus atau gereja Katolik. Contohnya: dalam hidup kita sehari-hari misalnya dalam acara adat-istiadat, kalau seorang sebagai anak beru atau boru dalam keluarga, bagaimana ia menunjukkan tanggung jawabnya sebagai anak beru. Kalau seorang berbakat sebagai protocol atau pembawa acara atau juru bicara dalam acara adat (misal : runggu/ musyawarah) bagaimana supaya acara musyawarah/ runggu itu tidak bertele-tele tetapi terarah, bagus, semua pihak merasa dihargai dan senang, ia telah mewartakan kerajaan Allah dengan kesaksian nyata, tanpa sepatah kata pun menyebut nama Yesus atau gereja Katolik.
Menyaksikan memang bisa juga dengan mengungkapkan pengalaman ber-Tuhan dengan kata-kata. Ini pun penting, dan seringkali sangat menggugah pendengar untuk juga melihat kehadiran Tuhan dalam pengalaman hidupnya. Misalnya mensharingkan imannya kepada orang lain. Di sini spiritualitas kesaksian dimaksudkan bahwa berevangelisasi tidak hanya dimungkinkan melalui kata-kata, tetapi dalam hidup sehari-hari memberi kesaksian sebagai pengikut Kristus.
 4 ciri seorang saksi :
  1. Mempunyai sifat yang baik, dapat dipercaya dan otentik
  2. Memiliki pengalaman iman
  3. Mau menceritakan pengalamannya
  4. Dipenuhi oleh Roh Kudus sehingga selalu ada semangat yang membara dalam dada
6.      Spiritualitas Perhambaan
Alasan seorang penginjil harus hidup dalam semangat hamba :
·         Penginjil adalah pewarta Kabar Gembira dan hamba .
·         Penginjil tidak bekerja untuk dirinya sendiri, melainkan untuk tuannya yakni Allah.
Menjadi seorang hamba berarti hidup untuk Tuhan dan hidup untuk orang yang diinjili. Ada perbedaan menjadi hamba dan melakukan pelayanan.
Pelayanan berarti : melakukan tugas dari waktu ke waktu atau cara menjalankan pekerjaan jabatan, baik di gereja maupun di pemerintahan. Sedangkan menjadi seorang hamba berarti : menyerahkan hidup kita untuk Tuhan dan untuk orang yang kita injili. Sikap-sikap yang hendaknya dimiliki oleh seorang hamba adalah :
1                .      Menjalin keintiman dengan Allah
2                .      Keintiman terjalin melalui :
·      Doa dan renungan
·       Menjadi murid Kristus
·       Menerima kehendak Allah dari Injil
3                 .      Ketaatan adalah sikap yang utama
7.       Spiritualitas Persekutuan dengan Kristus
Ini adalah spiritualitas evangelisasi yang terpenting, karena merupakan pusat pertemuan dari semua unsur spiritualitas evangelisasi lainnya. Kerena itu seorang penginjil mutlak harus mengalami hubungan atau pertemuan pribadi dengan Yesus.
Tujuan hidup seorang penginjil adalah :
·         Mengundang dan mengantar orang kepada Kristus
·         Pertemuan tersebut dialami dalam penerimaan sakramen-sakramen khususnya Ekaristi
Kita harus menerima Kristus dan mengajak orang untuk menerima Kristus. Menerima kristus berarti:  masuk dalam hubungan pribadi dengan Kristus, menyerahkan hidup kepada Kristus dan membiarkan Dia jadi Tuhan dan pusat hidup kita dan memasrahkan diri untuk dibentuk menurut gambaran   Kristus.

1 komentar:

  1. Maka sudah menjadi RENCANA ALLAH bahwa kita mengalami KESELAMATAN di dalam KERAJAAN ALLAH yang memberi kita PERUTUSAN untuk menampakkan KESAKSIAN melalui PERHAMBAAN dan PERSEKUTUAN dengan KRISTUS.

    BalasHapus