Selasa, 12 Juni 2012

Lima Langkah Evangelisasi

LIMA LANGKAH EVANGELISASI
          Proses evangelisasi dimulai dan berakhir dengan pemuridan. Kita tidak dapat memberikan sesuatu yang tidak kita miliki sendiri. Menjadi murid berarti menjadi pengikut Yesus. Oleh karena itu, perlulah seorang pembawa kabar baik memiliki iman kepada Kristus, iman yang dalam, peka, hidup dan dinamis. Pemuridan adalah juga tujuan dari proses evangelisasi.

Langkah 1: BERTEMAN DENGAN ORANG-ORANG
            Seorang pembawa kabar baik harus sering menemui orang-orang dan bersahabat dengan mereka. Sebuah senyuman atau sapaan sederhana merupakan awal pertemuan. Bersikap ramah dan menyenangkan terhadap sesama, merupakan hal yang sangat penting. Pembawa kabar baik yang berpengalaman biasanya sangat rindu bertemu dengan orang-orang dan mereka sungguh mengasihi orang-orang itu. Berkenalan dengan sesama serta membentuk jalinan hubungan yang baik dengan mereka.

Langkah 2: SHARING IMAN
            Pengalaman-pengalaman iman merupakan contoh yang hidup tentang kuasa Tuhan di tengah-tengah dunia. Pengalaman iman inilah yang akan menghidupkan warta keselamatan. Dengan pengalaman-pengalaman iman, kita memberikan kesaksian mengenai apa yang telah diperbuat Allah bagi kita, bukannya apa yang telah kita perbuat bagi Allah. Pembawa kabar baik yang bijaksana menghormati tingkat spiritual setiap orang dan memotivasi orang lain agar juga mau menceritakan pengalaman imannya. Membangkitkan atau menolong orang lain untuk mampu memberikan kesaksian tentang imannya adalah sangat berarti, terlebih bagi orang yang tidak pernah mendapat kesempatan memberi kesaksian tentang imannya.
Langkah 3: KISAH KRISTUS DAN PENYAJIAN INJIL
         Setelah membagikan pengalaman iman masing-masing, selanjutnya kita perlu membagi pengalaman iman tentang kisah Kristus dengan mengemukakan pesan injilNya. Pewartaan injil adalah pewartaan kabar keselamatan berdasarkan Kitab Suci. Pesan utama itu dapat diringkas menjadi empat kebenaran pokok yang mendasari seluruh injil, yaitu:
1. Allah yang mencintai kita dan menginginkan agar kita hidup bahagia.
2. Manusia berdosa dan terpisah dari Allah. Oleh karena itu manusia menjadi tidak mengenal cinta kasih           Allah dan tidak dapat membaginya dengan orang lain. 
3. Allah mengutus Yesus untuk memulihkan kembali hubunganNya dengan manusia.
4. Kita harus menerima Yesus di dalam hidup kita sebagai Tuhan dan Penyelamat

Langkah 4: AJAKAN UNTUK BERTOBAT
         Roh Kudus bekerja di dalam kehidupan setiap orang, baik dalam kehidupan orang percaya, maupun orang yang tidak percaya. Dia memanggil setiap orang kepada pertobatan dan perubahan. Bukan kita para pembawa kabar baik, yang mempertobatkan orang-orang, tetapi semua itu adalah karya Roh Kudus. Setelah memperkenalkan Kisah Kristus, pewarta selanjutnya menawarkan anugerah yang telah diterimanya itu kepada orang lain. Dengan tawaran ini pewarta berusaha meyakinkan orang-orang yang telah diajak terhadap tawaran Kristus sendiri: “Mari ikutlah Aku”. Tapi jangan sekali-kali memaksa orang untuk mengambil keputusan atau jalan kepada Kristus. Kita hanya mewartakan kehardiran Kristus yang hidup diantara kita, tapi biarkan mereka sendiri yang merasakan panggilannya. “Dia harus semakin bertambah dan aku semakin berkurang” (Yoh 3:30). Kita mengenal adanya tingkatan-tingkatan pertobatan yang berbeda-beda, maka sebaiknya kita mengajak orang itu untuk memperdalam imannya, memperdalam tingkat pertobatannya serta keterlibatannya dengan tidak mengabaikan pengalaman iman perorangan yang aktuil.

Langkah 5 : INTEGRITAS KE DALAM KOMUNITAS IMAN
          Langkah ini sangat penting bagi orang yang baru saja menerima kabar baik. Pertumbuhan proses pertobatan seseorang menurut baik pengalaman faktor-faktor dasar yang membentuk kehidupan Kristiani, maupun undangan/ tawaran pribadi untuk turut ambil bagian, atau kembali mengambil bagian, atau menjadi lebih terlibat lagi di dalam komunitas. Di sini dapat dikatakan berakhirlah tanggung jawab seorang penginjil, yaitu setelah menyelesaikan tahap-tahap tugas di atas, termasuk memperkenalkan saudara beriman yang baru itu ke dalam suatu persekutuan iman. Selanjutnya para pastor dan para gurulah yang melanjutkan tannggung jawab atas pertumbuhan rohani saudara itu. Bimbingan pastoral, katekese dan khususnya sakramen-sakramen merupakan sarana penting untuk kelanjutan pertemuannya dengan Yesus Kristus, serta transformasi/ perubahan hidupnya secara berkesinambungan yang mengantarkannya kepada “pemuridan”. Kemudian langkah-langkah proses di atas dimulai oleh murid yang baru (tamat) itu pada saat dia melanjutkan pewartaan injil kepada orang-orang lain. Seluruh proses evangelisasi secara lain dapat dibagi menjadi 3 (tiga) tahap , yaitu : 1. Pra evangelisasi : mempersiapkan lahan, mengenal/ akrab dengan orang-orang 2. Evangelisasi aktif : sharing iman, riwayat Kristus, tawaran kea rah pertobatan, pengintegrasian ke arah pertobatan. 3. Evangelisasi berkesinambungan : “ajarlah mereka” dengan pembekalan: tata tertib, ibadat, sakramen, katekese, karya sosial, latihan pelayanan, pelatihan evangelisasi.
Sumber : Sekolah Evangelisasi Pribadi Sekinah. Misi Evangelisasi (Judul Asli: Misi Evangelisasi) Diterjemahkan oleh L. Sugiri v.d. Heuvel SJ dan team. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar