Gereja yang Mewartakan Kabar Gembira
Dalam diri Yesus dari Nasaret, sabda Allah tampak secara konkret manusiawi. Penampakan itu merupakan puncak seluruh sejarah pewahyuan sabda Allah. Tetapi oleh karena sabda itu sudah menjelmakan diri dalam sejarah dan tidak dapat tinggal dalam sejarah untuk selamanya, maka untuk mempertahankan hasilnya bagi semua orang, sabda itu harus menciptakan bentuk-bentuk lain, yang di dalamnya sabda itu dapat hadir dan berbicara. Ada tiga bentuk sabda Allah dalam Gereja, yaitu: 1. Sabda/pewartaan para rasul sebagai daya yang membangun Gereja. 2. Sabda Allah dalam Kitab Suci sebagai kesaksian normatif. 3. Sabda Allah dalam pewartaan aktual Gereja sepanjang zaman. Tiga bentuk pewartaan tersebut di atas saling berhubungan satu sama lain. Pewartaan aktual Gereja masa kini berdasarkan dan merupakan kesinambungan dari pewartaan para rasul d...